Indeks

Jalan Ir. Juanda Ditata, Harapan Baru Warga Bekasi Timur untuk Kawasan Lebih Nyaman dan Bebas Genangan

BEKASI, Kupasfakta.com  — Deru kendaraan, aktivitas pedagang, dan lalu-lalang masyarakat setiap hari menjadi pemandangan yang tak pernah sepi di Jalan Ir. Juanda, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Di tengah padatnya aktivitas tersebut, kini wajah kawasan perlahan mulai berubah. Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) tengah melakukan penataan saluran sekaligus peningkatan ruas Jalan Ir. Juanda.

Bagi masyarakat, pekerjaan itu bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Ada harapan besar yang ikut dipertaruhkan—terutama agar kawasan yang selama ini menjadi pusat aktivitas perdagangan dan mobilitas masyarakat tersebut dapat tampil lebih tertata, nyaman, dan mampu mengurangi persoalan genangan saat hujan.

Kawasan Jalan Ir. Juanda sendiri berada di lokasi strategis karena berdekatan dengan Pasar Baru Bekasi serta menjadi salah satu akses penting menuju Terminal Bekasi. Kondisi jalan dan saluran di kawasan ini karenanya memiliki peran penting terhadap aktivitas masyarakat setiap hari.

Bertahun-tahun Menjadi Keluhan

Persoalan genangan air ketika hujan turun selama ini menjadi salah satu keluhan masyarakat dan pelaku usaha di sekitar Jalan Ir. Juanda.

Bagi pedagang, genangan bukan hanya persoalan kenyamanan. Ketika air mengganggu akses menuju kawasan pertokoan dan tempat usaha, aktivitas perdagangan pun ikut terdampak.

Karena itu, penataan saluran dan peningkatan jalan yang sedang berlangsung disambut dengan harapan agar persoalan tersebut tidak terus berulang.

Seorang pedagang di sekitar lokasi mengatakan, pembenahan kawasan sudah lama dinantikan.

“Kami sudah bertahun-tahun berjualan di sini. Kalau musim hujan, persoalan genangan sering menjadi keluhan. Kami berharap pembangunan ini benar-benar membuat kondisi kawasan menjadi lebih baik,” ujarnya.

Ia juga berharap pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Yang kami harapkan setelah selesai, kawasan ini lebih nyaman, jalan lebih baik, dan persoalan genangan bisa berkurang,” katanya.

LSM Kampak-RI Apresiasi Pelaksanaan di Lapangan

Sementara itu, Ketua DPD LSM Kampak-RI Provinsi Jawa Barat, Indra Pardede, menyampaikan penilaian positif terhadap pelaksanaan pekerjaan berdasarkan pemantauannya di lapangan.

Menurut Indra, sejumlah pekerjaan konstruksi yang terlihat di lokasi menunjukkan bahwa pelaksana berupaya memenuhi aspek teknis sebagaimana yang dipersyaratkan.

“Menurut pemantauan kami di lapangan, kontraktor pelaksana benar-benar bekerja maksimal. Terlihat dari pemasangan tie bar pada sambungan antar-gelaran beton dengan lebar 3,5 meter, begitu juga pemasangan dowel serta ketebalan yang terlihat mengacu pada spesifikasi yang disyaratkan,” kata Indra kepada awak media.

Meski memberikan apresiasi, Indra menegaskan bahwa pengawasan tetap diperlukan hingga pekerjaan benar-benar selesai.

Ia berharap kualitas pekerjaan tidak hanya terlihat pada saat proses pembangunan berlangsung, tetapi juga dapat dibuktikan melalui ketahanan dan manfaatnya setelah proyek diserahterimakan.

“Mudah-mudahan ke depan Dinas Bina Marga semakin banyak mendapatkan pelaksana yang benar-benar bertanggung jawab, baik secara moral maupun teknis. Yang paling penting adalah kualitas dan manfaat pembangunan bagi masyarakat,” tegasnya.

Nilai Kontrak Rp6.15 Miliar

Pekerjaan penataan saluran dan peningkatan Jalan Ir. Juanda tersebut dilaksanakan oleh CV. Alviz Pratama dengan nilai kontrak sebesar Rp6.156.679.642.

Dalam pelaksanaannya, pekerjaan mengacu pada dokumen teknis dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam kontrak.

Pihak pelaksana juga menyatakan bahwa pekerjaan dilakukan dengan berpedoman pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta Kerangka Acuan Kerja (KAK).

H. Sidik dari CV. Alviz Pratama mengatakan pihaknya berkomitmen melaksanakan pekerjaan sesuai dokumen yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan.

“Kami melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan apa yang telah tertuang dalam RAB dan Kerangka Acuan Kerja atau KAK yang telah ditetapkan. Semua pekerjaan kami laksanakan sesuai dengan ketentuan yang ada,” ujarnya.

Ia menyebutkan, progres pekerjaan saat ini berada pada kisaran 85 hingga 92 persen.

Menurutnya, pekerjaan terus dikebut sesuai jadwal dengan tetap memperhatikan pelaksanaan teknis di lapangan.

“Kami berharap masyarakat dapat mendukung kegiatan ini. Memang selama proses pembangunan ada aktivitas pekerjaan di lapangan, tetapi semuanya dilakukan demi terciptanya kondisi jalan dan saluran yang lebih baik,” ungkapnya.

Infrastruktur yang Menyangkut Kepentingan Publik

Penataan Jalan Ir. Juanda memiliki arti penting karena kawasan tersebut bukan hanya menjadi jalur lalu lintas, tetapi juga ruang ekonomi bagi masyarakat.

Setiap hari, pedagang, pembeli, pemilik ruko, pekerja, pengendara, hingga pejalan kaki beraktivitas di kawasan tersebut.

Dengan posisi yang berdekatan dengan Pasar Baru Bekasi dan akses menuju Terminal Bekasi, kualitas infrastruktur di Jalan Ir. Juanda diharapkan mampu memberikan dampak lebih luas terhadap kelancaran mobilitas dan kegiatan ekonomi masyarakat.

Karena itu, masyarakat berharap pembangunan tidak berhenti pada perubahan tampilan jalan semata. Saluran yang tertata, konstruksi jalan yang berkualitas, serta sistem drainase yang berfungsi baik menjadi bagian penting agar manfaat pembangunan benar-benar terasa.

Ukuran Keberhasilan Ada pada Manfaat

Pembangunan infrastruktur pada akhirnya tidak cukup hanya dilihat dari selesainya pekerjaan fisik.

Masyarakat tentu berharap jalan yang dibangun memiliki kualitas yang baik, saluran mampu menjalankan fungsinya, dan kawasan menjadi lebih nyaman setelah pekerjaan selesai.

Terlebih, nilai proyek yang mencapai lebih dari Rp6 miliar menjadikan kualitas pelaksanaan sebagai bagian yang patut menjadi perhatian bersama.

H. Sidik berharap hasil pekerjaan nantinya dapat memberikan manfaat sesuai tujuan pembangunan.

“Kami berharap setelah pekerjaan ini selesai, akses masyarakat menjadi lebih lancar dan nyaman. Mudah-mudahan apa yang sedang dikerjakan ini dapat memberikan manfaat sesuai dengan harapan Pemerintah Kota Bekasi dan masyarakat,” katanya.

Kini, aktivitas pembangunan masih berlangsung. Di antara suara mesin, pekerja, kendaraan, dan kesibukan para pedagang, ada harapan masyarakat yang terus mengiringi pekerjaan tersebut.

Harapan itu sederhana, tetapi sangat berarti: ketika proyek selesai, Jalan Ir. Juanda bukan hanya terlihat lebih baik, tetapi benar-benar memberikan manfaat—jalan yang lebih nyaman, saluran yang lebih tertata, aktivitas perdagangan yang lebih lancar, dan persoalan genangan yang selama ini menjadi keluhan dapat diminimalkan.

Sebab, pada akhirnya, keberhasilan sebuah pembangunan bukan hanya tentang beton yang terpasang atau jalan yang terlihat mulus, melainkan tentang seberapa lama kualitasnya bertahan dan seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat. (Red)

Exit mobile version