banner 728x250
Berita  

KETUA HARIAN KONI KOTA BEKASI DIDUGA BIKIN PERNYATAAN TAK SINKRON! RABU KLAIM UANG SAKU SUDAH DITRANSFER, KAMIS MALAH ON PROCESS, ATLET MASIH GIGIT JARI!

banner 120x600
banner 468x60

 

banner 325x300

 

BEKASI. Kupas Fakta Com

Ada apa dengan pengelolaan komunikasi dan pembayaran uang saku atlet di tubuh KONI Kota Bekasi? Pernyataan Ketua Harian KONI Kota Bekasi, Agus Irianto, kini menjadi sorotan setelah keterangannya dalam dialog pers di Kantor PWI Bekasi, Rabu (4/11/2026), justru berbanding terbalik dengan penjelasan yang disampaikannya sehari kemudian.

Persoalan ini bukan perkara sepele. Ini menyangkut hak dan kebutuhan atlet yang sedang berjuang membawa nama Kota Bekasi dalam pertandingan olahraga. Ironisnya, ketika atlet membutuhkan kepastian, yang muncul justru pernyataan yang berubah-ubah.
Dalam dialog pers tersebut, Agus Irianto hadir mewakili Ketua KONI Kota Bekasi.

Ketika wartawan Kupas Fakta mempertanyakan uang saku atlet yang hingga Rabu belum diterima, Agus memberikan jawaban bahwa persoalan pembayaran sudah dibereskan dan uang saku telah ditransfer melalui rekening masing-masing atlet.

Pernyataan itu tentu memberikan kesan bahwa persoalan sudah selesai.
Namun, kenyataan di lapangan justru berbicara lain!

Hingga Kamis (5/11/2026), sejumlah atlet masih mengeluhkan uang saku yang belum masuk ke rekening mereka.
“Payah ini, Bang KONI. Katanya uang saku kami sudah ditransfer, katanya sudah beres. Mana? Sampai hari ini rekening kami masih kosong. Kami sedang bertanding, bukan sedang menunggu janji,” keluh seorang sumber dari kalangan atlet di lokasi pertandingan bola basket di Depok.

Sumber tersebut meminta identitasnya dirahasiakan.
Yang lebih mengundang tanda tanya, ketika wartawan Kupas Fakta kembali menghubungi Agus Irianto melalui WhatsApp pada Kamis (5/11/2026), jawaban yang disampaikan justru berbeda. Kali ini, Agus menyebut pembayaran uang saku atlet masih dalam proses (on process).

RABU SUDAH DITRANSFER, KAMIS MASIH PROSES. LALU, PERNYATAAN MANA YANG HARUS DIPERCAYA?

Inilah pertanyaan mendasar yang wajib dijawab Ketua Harian KONI Kota Bekasi.
Jika benar uang sudah ditransfer, mana bukti transaksi dan kapan tanggal pengirimannya? Jika ternyata masih dalam proses, mengapa sehari sebelumnya disampaikan kepada wartawan bahwa pembayaran sudah beres?

Jangan sampai forum dialog pers hanya menjadi panggung penyampaian jawaban manis, sementara persoalan sebenarnya justru belum terselesaikan.
KONI bukan lembaga yang boleh mempermainkan kepastian melalui pernyataan yang tidak konsisten. Apalagi yang dipertaruhkan adalah kepercayaan atlet, insan olahraga, dan masyarakat Kota Bekasi.

Jangan sampai atlet dipaksa mengejar medali, sementara pengurus justru belum mampu memberikan kepastian mengenai uang saku mereka sendiri.
Atlet berangkat membawa nama daerah. Mereka bertanding, menguras tenaga, menghadapi lawan, dan mempertaruhkan kemampuan demi prestasi Kota Bekasi. Lantas, mengapa urusan pembayaran uang saku yang seharusnya dapat dijelaskan secara transparan justru menimbulkan polemik?

Kalau memang sudah dibayar, tunjukkan bukti transfernya. Kalau belum dibayar, katakan terus terang kapan akan diselesaikan. Tidak perlu berlindung di balik kalimat on process tanpa kepastian waktu.

JANGAN BANGUN CITRA PRESTASI DI ATAS JANJI YANG BELUM TERBUKTI!

Herman dari Kupas Fakta menilai, persoalan ini harus menjadi perhatian serius jajaran KONI Kota Bekasi. Ketua Harian tidak cukup hanya memberikan penjelasan di hadapan wartawan, tetapi juga harus memastikan bahwa setiap informasi yang disampaikan sesuai dengan kondisi sebenarnya.

KONI Kota Bekasi harus menjawab secara terbuka:
Apakah uang saku seluruh atlet benar-benar sudah ditransfer pada Rabu (4/11/2026)?

Berapa jumlah atlet yang sudah menerima dan berapa yang belum?

Jika masih dalam proses, apa penyebab keterlambatan pembayaran?

Kapan seluruh uang saku tersebut dipastikan masuk ke rekening atlet?

Jangan biarkan atlet menjadi pihak yang terus menunggu, sementara pengurus sibuk memberikan penjelasan yang belum menjawab persoalan.

Ini bukan sekadar soal uang saku. Ini soal tanggung jawab, transparansi, dan kredibilitas pengurus KONI Kota Bekasi.
Masyarakat berhak bertanya, atlet berhak mendapatkan kepastian, dan wartawan berhak meminta penjelasan atas pernyataan pejabat organisasi yang tidak sinkron.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi Agus Irianto maupun jajaran KONI Kota Bekasi.

JANGAN HANYA MENUNTUT ATLET MEMBAWA NAMA BAIK KOTA BEKASI. PENGURUS JUGA HARUS MENJAGA NAMA BAIK KONI DENGAN KETERBUKAAN DAN TANGGUNG JAWAB! (Herman)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *