KUPASFAKTA.COM, SIAK – Sebuah program budidaya ikan patin yang diinisiasi oleh masyarakat Kampung Sungai Kayu Ara, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, berhasil menuai hasil memuaskan pada panen perdananya. Keberhasilan ini mendapat apresiasi langsung dari LSM Forum Komunikasi Indonesia (Forkorindo) Kabupaten Siak yang melakukan kunjungan ke lokasi pada Rabu sore, 8 Oktober 2025.
Kunjungan Apresiasi LSM Forkorindo
Syahnurdin, Ketua LSM Forkorindo Kabupaten Siak, hadir bersama tim dan sejumlah wartawan untuk menyaksikan langsung hasil budidaya ikan patin yang telah berjalan selama tujuh bulan tersebut. Kedatangan rombongan ini sekaligus sebagai bentuk silaturahmi kepada Tarmizi, Penghulu Kampung Sungai Kayu Ara, yang menjadi inisiator program tersebut.
“Kunjungan kami hari ini adalah wujud apresiasi atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh masyarakat Sungai Kayu Ara dalam membudidayakan ikan patin. Ini adalah kegiatan yang sangat positif dan layak dikembangkan lebih luas,” ujar Syahnurdin.
Ia menambahkan bahwa hasil panen perdana yang disaksikan langsung oleh timnya sangat menggembirakan dan membuktikan potensi besar pengembangan budidaya ikan air tawar di kawasan tersebut.
Berawal dari Ide Cemerlang
Tarmizi, selaku Penghulu Kampung Sungai Kayu Ara, menjelaskan bahwa program budidaya ikan patin ini bermula dari gagasan bersama dengan kelompok masyarakat setempat. Tujuannya adalah untuk membuka peluang ekonomi baru bagi warga kampung.
“Alhamdulillah, ide yang awalnya sederhana ini kini telah membuahkan hasil nyata. Kami melihat perkembangan yang sangat baik dan prospek jangka panjang yang menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Tarmizi.
Detail Proses Budidaya
Tarmizi mengungkapkan bahwa pada tahap awal, pihaknya membudidayakan sekitar 20.000 ekor bibit ikan patin dengan harga per ekor berkisar Rp150. Bibit-bibit tersebut kemudian dipelihara di kolam yang telah disiapkan khusus dengan perawatan dan pemberian pakan yang teratur.
“Kami memberikan pakan berupa pelet sejak awal pemeliharaan. Seiring bertambahnya usia ikan, kami melakukan variasi pemberian pakan untuk hasil optimal,” jelasnya.
Lokasi budidaya ini memanfaatkan lahan milik pemerintah desa seluas dua hektare. Menariknya, di area yang sama juga ditanami kelapa sawit, sehingga terjadi optimalisasi lahan. Seluruh hasil dari kegiatan ini dimasukkan ke dalam Pendapatan Asli Desa (PAD) Kampung Sungai Kayu Ara.
Harapan Pengembangan Berkelanjutan
Melihat kesuksesan panen perdana ini, Tarmizi menyampaikan harapannya agar program budidaya ikan patin dapat terus berlanjut dan berkembang lebih pesat di masa mendatang.
“Saya berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi-inovasi baru demi kemajuan kampung dan kesejahteraan masyarakat Sungai Kayu Ara. Semoga kegiatan ini menjadi contoh baik untuk daerah lain,” pungkas Tarmizi mengakhiri perbincangan.
Program budidaya ikan patin di Kampung Sungai Kayu Ara ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (Dani)












