Gadis Di Bawah Umur Disekap 3 Hari, Digilir 7 Orang Hingga Pinsan

Avatar photo

“Warga Bekasi Digemparkan Kasus Penyekapan dan Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap Remaja 16 Tahun di Bantargebang.”

Kota Bekasi, Kupasfakta.com–Warga Kota Bekasi dikejutkan kasus penyekapan dan dugaan kekerasan seksual terhadap seorang gadis berinisial D (16) yang ditemukan dalam kondisi lemas dan trauma berat setelah disekap selama tiga hari di sebuah rumah kontrakan di kawasan Ciketing Udik, Bantargebang, Kota Bekasi.

Kasus ini terungkap berkat kecerdikan sang ibu yang melacak keberadaan anaknya melalui akses email yang tersambung ke ponsel korban. Jejak digital tersebut membawa keluarga menemukan lokasi penyekapan pada Kamis (13/11/2025) sekitar pukul 03.00 WIB.

Pelaku Ditangkap, Diduga Hendak Perdagangkan Korban

Anggota DPRD Kota Bekasi, H. Anton, yang mendampingi keluarga saat proses evakuasi, membenarkan bahwa pelaku berinisial JI, seorang pekerja serabutan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), telah diamankan polisi.

“Korban disekap selama tiga hari, bahkan diduga mengalami kekerasan seksual oleh pelaku,” ujar Anton saat ditemui di Mapolres Metro Bekasi Kota.

Anton menyebut, sebelum disekap, korban sempat dibuat tak berdaya dengan minuman yang diduga telah dicampur zat tertentu.

“Bukan alkohol, tapi kemungkinan ada campuran lain. Korban sempat oleng dan hingga sekarang masih mengingat kejadian itu dengan ketakutan,” jelasnya.

Lebih jauh, Anton mengungkapkan adanya dugaan bahwa pelaku berniat memperdagangkan korban melalui aplikasi daring.

“Ada indikasi kuat korban hendak dijual lewat aplikasi online. Polisi masih mendalami motif dan kemungkinan jaringan yang terlibat,” tambahnya.

Peran Warga dan Remaja dalam Pelacakan

Ketua RT setempat yang ikut dalam pencarian mengungkapkan, para remaja di lingkungan turut membantu menemukan jejak korban melalui aplikasi pertemanan bernama Omni, yang juga digunakan korban sebelum hilang.

“Anak-anak muda di sini bergerak cepat. Mereka menelusuri aktivitas korban lewat aplikasi yang sama, dan dari situ lokasi pelaku terdeteksi,” ujarnya.

Setelah informasi lokasi terkumpul, warga bersama Ketua RT langsung menuju rumah kontrakan yang diduga menjadi tempat penyekapan.

Kondisi Korban Saat Ditemukan: Lemas dan Trauma Berat

Saat pintu kontrakan dibuka, korban ditemukan dalam kondisi sangat memprihatinkan — lemas, ketakutan, dan beberapa kali pingsan.

“Korban tidak mau berada di dalam kontrakan, terus meminta keluar. Ketika ditanya, dia menangis dan sempat pingsan. Setelah sedikit tenang, baru mengaku mengalami kekerasan seksual,” jelas Ketua RT.

Keluarga dan warga kemudian membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan darurat.

Upaya Penyelamatan Berawal dari Jejak Digital

Kronologi penyelamatan bermula ketika sang ibu mulai curiga karena anaknya tak kunjung pulang. Melalui email yang terhubung dengan akun ponsel korban, sang ibu menemukan titik lokasi terakhir berada di Ciketing Udik.

“Sekitar jam tiga dini hari, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan lemas dan sangat ketakutan. Kami langsung bawa ke rumah sakit,” ujar Anton.

Polisi Dalami Dugaan Perdagangan Manusia

Saat ini, pelaku JI telah diamankan di Polres Metro Bekasi Kota untuk pemeriksaan intensif. Polisi juga tengah menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain serta dugaan praktik perdagangan manusia melalui aplikasi daring.

Korban kini mendapat pendampingan medis dan psikologis di RSUD Kota Bekasi, dan direncanakan akan mendapat perlindungan lebih lanjut dari KPAI.

Seruan Penegakan Hukum Maksimal

Anton menekankan pentingnya penegakan hukum tegas dalam kasus ini. “Ini kejahatan luar biasa terhadap anak. Kami mendesak agar pelaku dijerat hukuman maksimal sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak. Korban harus dilindungi, bukan dijadikan sasaran kejahatan biadab,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing. “RT, RW, dan warga harus peduli. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang,” tutupnya. (Red)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *