Bintan, kupasfakta. com 28/11 – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bintan menggelar Rapat Paripurna Persetujuan Bersama terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026, Rabu (26/11), di Ruang Sidang Paripurna DPRD Bintan.
Rapat dimulai dengan penyampaian laporan Badan Anggaran DPRD terkait hasil pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Agenda utama ditandai dengan penandatanganan persetujuan bersama antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Bintan.
Bupati Bintan, Roby Kurniawan, mengapresiasi seluruh anggota DPRD dan TAPD atas komitmen serta kerja keras dalam merampungkan pembahasan APBD 2026 tepat waktu, meski diwarnai dinamika dan perbedaan pandangan. Menurutnya, proses tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan anggaran yang berkualitas, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Bupati menjelaskan bahwa tahun 2026 merupakan awal implementasi RPJMD 2026–2029 dengan tema pembangunan “Penguatan Fondasi Kesejahteraan Berbasis Pemberdayaan Potensi Ekonomi, Sumber Daya Manusia, dan Tata Kelola Berkualitas.”
Tiga prioritas utama pembangunan tahun 2026 meliputi:
1. Penguatan fondasi kesejahteraan melalui optimalisasi potensi ekonomi daerah.
2. Peningkatan kualitas sumber daya manusia.
3. Penguatan tata kelola pemerintahan yang efektif dan berkualitas.
Adapun struktur APBD Kabupaten Bintan Tahun Anggaran 2026 diproyeksikan sebesar Rp1,057 triliun lebih, terdiri dari:
Pendapatan Daerah: Rp1,022 triliun lebih
PAD: Rp380,9 miliar lebih
Pendapatan Transfer: Rp637,5 miliar lebih
Belanja Daerah: Rp1,057 triliun lebih
Pembiayaan Netto: Rp35,2 miliar lebih, bersumber dari SILPA tahun sebelumnya
Bupati menegaskan bahwa APBD 2026 disusun sebagai instrumen kebijakan yang efektif, transparan, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Setelah disetujui dalam paripurna, dokumen Ranperda APBD 2026 akan dikirimkan kepada Gubernur Kepulauan Riau untuk dievaluasi sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. Bupati berharap proses evaluasi berjalan lancar agar APBD dapat digunakan sebagai dasar pelaksanaan program pembangunan pada awal tahun 2026. (Ludin/ls)












